
Dominic
seorang bayi yang menderita penyakit langkah, sebelum ia dilahirkan
melalui pengecekan USG ditemukan menderita penyakit langka yaitu otak
tumbuh di luar hidung bayi.
Saat itu dokter juga sudah memperingatkan orangtuannya anak ini kemungkinan tidak bisa bertahan hidup, dan disarankan melakukan aborsi, tetapi orangtua Dominic tetap bertekad untuk melahirkannya. Namun mereka sangat beruntung menemukan seorang dokter yang berpengalaman dalam penyakit langkah, dan hal tak disangka inilah yang terjadi.
Saat itu dokter juga sudah memperingatkan orangtuannya anak ini kemungkinan tidak bisa bertahan hidup, dan disarankan melakukan aborsi, tetapi orangtua Dominic tetap bertekad untuk melahirkannya. Namun mereka sangat beruntung menemukan seorang dokter yang berpengalaman dalam penyakit langkah, dan hal tak disangka inilah yang terjadi.
Dominic
menderita penyakit langkah yang disebut (encephalocele) otak yang
tumbuh diluar kepala, karena hilangnya perlindungan otak, maka sangat
rapuh dan berbahaya, dan biasanya sudah pasti gak bisa bertahan hidup.
Pasangan yang sudah memiliki tujuh anak, maka dokter menyarankan
aborsi, namun mereka menggangap anak itu sebagai hadiah dari Tuhan maka
mereka menolak. Ibu Dominic, Mary (Marie Gundrum) mengatakan: “Itu anak
saya, dan saya tidak bisa mengakhiri hidupnya ..”
Untung,
setelah dipastikan benjolan yang terdapat dihidung Dominic merupakan
gelembung bengkak berisi cairan. Tapi penyakit langkah yang dideritanya
masih disebut encephalocele karena kepalanya terbuka. Dr. John
berhasil menyatuhkan kedua sisi wajah yang terpisah dan menutupi bagian
kepala yang tadinya terbuka. Dominic dirawah beberapa bulan di rumah
sakit kemudian diperbolehkan pulang karena kondisinya sangat stabil.
Meskipun
jaringan disekitar otak Dominic tidak dapat berkembang secara normal,
ia harus menghabiskan waktu yang lebih lama dari rata-rata anak dalam
belajar berjalan dan berbicara, namun Dominic tetap terlihat bahagia dan
memilki rasa ingin tahu yang tinggi.
Ibunya kemudian berkata: Di hari Dominic dilahirkan , sekelompok teman-teman datang ke halaman kami, menanam pohon ini menandakan keajaiban terjadi. Pada saat itu saya berpikir, 10 tahun kemudian, saya bukan berdiri di depan pohon ini dan berpikir saya kehilangan anak, melainkan berdiri di depan pohon ini danmengawasi mereka yang sedang memanjat pohon! Sekarang, saya sangat berterima kasih kepada dokter dan tim medis yang telah membantu kami」
Ibunya kemudian berkata: Di hari Dominic dilahirkan , sekelompok teman-teman datang ke halaman kami, menanam pohon ini menandakan keajaiban terjadi. Pada saat itu saya berpikir, 10 tahun kemudian, saya bukan berdiri di depan pohon ini dan berpikir saya kehilangan anak, melainkan berdiri di depan pohon ini danmengawasi mereka yang sedang memanjat pohon! Sekarang, saya sangat berterima kasih kepada dokter dan tim medis yang telah membantu kami」
Untung
sekali Dominic bisa disembuhkan, setiap anak yang datang kedunia ini
adalah anugrah dari yang Maha Esa. Semoga Dominic bisa bertumbuh dengan
sehat!
Sumber: Inspired
0 Response to "Ibu Menolak Aborsi dan Nekat Melahirkan Bayi Dengan Kelainan “Otak Berada di Hidung”, Siapa Sangka Hal yang “Sangat Tak Diduga” Ini Terjadi!"
Posting Komentar